Kamis, 19 Juni 2014

Gereja Santa Perawan Maria dari Gunung Karmel, Katedral Malang

Lokasinya terletak di Jl. Guntur No. 2 Malang. Gereja yang dibangun pada 28 Oktober 1934 ini merupakan Gereja Kathedral bertipikal Belanda asli. Bisa dibuktikan dari bentuk eksterior dan interior serta ornamen-ornamennya. Gereja ini pernah direnovasi pada 27 Juli 2002. Awalnya Gereja Ini bernama Santa Tereshia kemudian berganti nama Santa Maria Bunda Carmel pada 1961. Kathedral berarti pusat atau area yang berada di tengah-tengah Gereja, atau bisa dikatakan juga kalau Kathedral juga Area Keuskupan utama. Kathedral Ijen termasuk salah satu Kathedral terindah di Indonesia.

Sebelumnya di Malang hanya ada satu gereja katolik yaitu Gereja Hati Kudus Yesus di Kayutangan yang dibangun sejak tahun 1905. Dikarenakan banyaknya umat yang beribadah dan pelayanan pada satu gereja tidak mencukupi, maka Msgr. Clemens van der Pas O. Carm membangun Gereja Katolik Jawa di Jl. Semeru pada tahun 1929 (dan sekarang menjadi Gereja Kristen Kalam Kudus). Gereja Kathredal yang dirancang oleh arsitek L. Estourgie dan dibangun oleh pemborong NV Bouwundig Buerau Siten en Louzada ini dilakukan peletakan batu pertama pada tanggal 11 Februari 1934 dan pada tanggal 28 Oktober 1934 diresmikan dan dipersembahkan kepada Santa Theresia.

Di wilayah Paroki Katredal St. Theresia kemudian didirikan sekolah dasar berbahasa Belanda (HIS) di jalan Semeru, Sekolah Dasar 'Ongko Loro' (Indandsche School ze Klasse) di Betek pada tahun 1930, Taman Kanak-kanak (Frobeschool) dan SD St. Ursula di jalan Panderman dan tahun 1936 didirikan SMU (AMS, Algemene Middleboar School) St. Albertus (Dempo) di Jalan Talang.

Ada peristiwa yang sangat dikenang oleh warga Malang, yaitu terkenal dengan sebutan Clash I 1947, dimana beberapa pelajar dari SMU St. Albertus bergabung dengan tentara pelajar (TRIP, Tentara Republik Indonesia Pelajar) melawan tentara Belanda pada perang dunia II. Korban perlawanan tentara Belanda dikenang dan diberi penghargaan dengan dibangunnya monumen kepahlawanan TRIP tepat di depan gereja ini.

Wisata Alam Pantai Kondang Merak

Wisata alam yang akan dibahas kali ini adalah salah satu pantai terindah yang terletak di Malang Selatan. Pantai ini adalah Pantai Kondang Merak yang berjarak 2 km dari pantai Balekambang. Pantai ini adalah pantai yang sangat indah karena hanya sebagian kecil traveler yang mengetahui objek wisata ini, selain itu medan yang harus dihadapi untuk sampai ke pantai yang terletak di Kecamatan Donomulyo ini dikenal sangat sulit karena jalanannya masih berupa pasir, bukannya aspal. Namun anda tidak perlu khawatir tersesat karena terdapat papan penunjuk arah menuju ke pantai Kondang Merak.


Pantai yang sangat indah nan asri ini memiliki pemandangan berupa pantai yang bersih dan masih banyaknya karang-karang besar yang sangat indah di tengah-tengahnya. Selain itu, saat air sedang surut, maka pemandangan yang sangat indah seperti kumpulan karang-karang yang tidak biasa dijumpai akan terlihat jelas.


Walaupun pantai ini memiliki akses yang sangat sulit, anda tidak akan pernah merasa menyesal telah berkunjung ke pantai ini. Traveler sekalian akan merasa perjalanan itu tadi adalah awal dari sebuah keindahan yang luar biasa yaitu pantai Kondang Merak ini dan perjalanan tadi adalah sebuah pengalaman sekaligus tantangan yang sangat menyenangkan.

Senin, 16 Juni 2014

WISATA AIR TERJUN COBAN RONDO


Coban Rondo  memiliki ketinggian sekitar 84 m dan berada di ketinggian 1.135 meter dari permukaan laut.  Airnya berasal dari sumber di Cemoro Dudo, lereng Gunung Kawi dengan debit 150 liter per detik pada musim hujan dan 90 liter per detik di musim kemarau.  Curah hujan rata-rata 1.721 mm/th, dengan bulan basah pada bulan Nopember sampai bulan Maret dan bulan kering pada bulan April sampai dengan Oktober dengan suhu rata-rata +/- 22°C.
Air terjun ini berada dalam wilayah KPH Perum Perhutani Malang Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan Pujon dan Resort Polisi Hutan Pujon Selatan Petak 89G.
Sejarah mengapa air terjun ini dinamai Coban Rondo konon dulu sepasang muda mudi yang baru saja melangsungkan pernikahan. Mereka dikenal dengan nama Dewi Anjarwati yang berasal dari Gunung Kawi, dan Raden Baron Kusuma yang berasal dari Gunung Anjasmoro. Mereka berdua hidup berbahagia, ibarat bunga yang sedang mekar, indah dan berbau harum. Suatu hari Dewi Anjarwati berkeinginan menjenguk kedua mertuanya (orang tua Raden Baron Kusumo) di Gunung Anjasmoro. Orang tua Dewi Anjarwati tidak mengizinkan kedua mempelai untuk bepergian mengingat usia pernikahan mereka baru 36 hari (selapan), dan menurut kepercayaan masyarakat Jawa pasangan pengantin yang belum melalui masa selapan tidak diperkenankan untuk bepergian jauh, atau sesuatu yang buruk akan menimpa mereka. Namun, Dewi Anjarwati dan Raden Baron Kusumo mengabaikan anjuran orang tua Dewi Anjarwati dan tetap berangkat menuju Gunung Anjasmoro seraya menegaskan bahwa mereka siap menerima resiko apapun sekamuinya benar-benar terjadi sesuatu yang buruk di tengah perjalanan.

Di tengah perjalanan, rombongan mempelai bertemu dengan seseorang yang mengaku bernama Joko Lelono. Pria yang tidak diketahui asal-usulnya dengan jelas tersebut jatuh hati pada Dewi Anjarwati dan berusaha mengambil sang mempelai perempuan dari suami sahnya. Akibatnya terjadilah perkelahian yang cukup hebat antara Joko Lelono dan Raden Baron Kusumo. Keduanya saling mengadu ilmu dan tampak sama kuat. Lalu Raden Baron Kusumo menginstruksikan agar para pembantunya lari dan menyelamatkan Dewi Anjarwati di suatu tempat yang disebut dengan Coban (air terjun). Kesanalah akhirnya rombongan ini menuju dan menanti datangnya Raden Baron Kusumo. Namun apa daya ternyata Raden Baron Kusumo tak pernah datang, meski telah dinanti sekian lama. Di sebuah batu yang terletak di bawah air terjun Sang Putri merenungi nasibnya akibat melanggar nasehat orang tua. Dan air terjun itu dinamakan Coban Rondo (air terjun janda) hingga saat ini.
Sebelum menjadi Coban Rondo, sebetulnya di atasnya ada air terjun kembar yang disebut Coban Manten. Mengalir ke bawah, air terjun itu menyatu menjadi Coban Dudo. Uniknya, Coban Dudo tersebut mengalir ke bawah menjadi Coban Rondo.
Sumber air dari tiga air terjun tersebut berada di Kepundan, satu dataran yang tanpa pohon satu pun berada di atas Coban Manten. Mereka yang ingin melihatnya, selain harus berhati-hati juga perlu ekstratenaga. Sebab, selain jalan licin, juga cukup jauh antara 3-4 km.
Jika para Malingers tertarik untuk mengunjungi tempat ini, kalian tidak perlu mengeluarkan biaya yang mahal karena kalian hanya akan menghabiskan kocek sekitar Rp 10.000,- / orangnya untuk bisa masuk dan bermain-main disekitar air terjun. Wisata ini cocok sekali bagi yang ingin pergi bersama keluarga, menghabiskan waktu kosong dan  berfoto-foto di sekitar air terjun.
Sekian dari kami Guys semoga kalian tertarik.

PESONA HUTAN DI TENGAH KOTA MALANG


                Seperti yang kita tahu kota Malang adalah satu kota yang saat ini sedang berkembang di bidang ekonomi-nya. Hal itu membuat banyak sekali pekerja yang menggunakan kendaraan pribadi-nya untuk berangkat bekerja, hal ini menyebabkan polusi di kota Malang semakin meningkat. Apalagi sekarang ini pepohonan di kota Malang semakin menipis, yang membuat kota ini semakin panas saat di siang hari.
                Selepas dari itu, Pemkot kota Malang telah mengantisipasi hal tersebut. Di daerah jalan Malabar Pemkot kota Malang telah menyisihkan lahan yang digunakan sebagai Hutan Kota. Luas hutan yang berada di tengah kota Malang ini sekitar 16.718 m2*, yang membuat menarik adalah di dalam hutan Malabar itu sendiri terdapat kolam yang konon-nya menjadi sumber mata air untuk pepohonan itu sendiri.

       Hutan kota yang dibangun di areal pemukiman bertujuan utama untuk mengelola lingkungan pemukiman, hutan-nya pun harus bertipe hutan pemukiman seperti hutan Malabar. Yang lebih dititik beratkan pada keindahan, penyejukan, dan penyediaan habitat satwa dan tempat bermain atau wisata.
       Seperti yang kita lihat begitu masuk ke dalam Hutan Kota Malabar ini, mulai terasa hawa yang sejuk dan terdengar kicauan burung. Hutan Kota Malabar ini sudah mulai lebat pohonnya, sehingga berada di dekatnya pun akan terasa hawa yang segar.
Hutan Malabar yang berada di tengah kota ini merupakan paru-paru baru bagi kota Malang, Hutan Kota Malabar ini sebenarnya dapat juga dijadikan sebagai alternatif tempat rekreasi yang murah. Seharusnya, pihak pemerintah daerah Malang lebih memperhatikan keserasian, kenyamanan, dan keindahan Hutan Kota ini.



Sumber Foto : www.blog.ub.ac.id

YUK BERWISATA KE PEMANDIAN PUTRI CANTIK “KENDEDES”!

Di Kecamatan Singosari, Kab. Malang memang penuh dengan wisata sejarah. Selain Candi Singosari, disana juga terdapat Pemandian yang setiap hari libur selalu padat dikunjungi pengunjung, yaitu Pemandian Kendedes.Yap, lokasinya nggak begitu jauh dari Candi Singosari, kira-kira 1 km di sebelah barat candi. Nah, dari jalan raya utama bila dari arah Surabaya, maupun Kota Malang, kita berbelok ke gapura Jalan Kertanegara. Buat kamu yang ingin merasakan sensasi naik kendaraan tradisional, ada dokar (sejenis delman, merupakan kendaraan tradisional yang ditarik oleh kuda) yang siap mengantarkanmu dari gapura Kertanegara menuju Pemandian Kendedes.

Ada mitos yang mengatakan, Pemandian Kendedes dipercaya akan membuat orang yang mandi disini menjadi awet muda. Boleh percaya atau tidak, sebagaian orang mengatakan kalau di pemandian ini dulunya adalah tempat pertemuan antara Kendedes dan Ken Arok. Pemandian ini mempunyai 3 kolam, yaitu kolam untuk anak-anak, kolam untuk orang dewasa, serta kolam berukuran sedang.

Seiring waktu, fasilitas yang ada di Pemandian Kendedes semakin bertambah. Di Kolam anak-anak kini telah disediakan wahana seluncuran dan permainan air. Di kolam sedang terdapat seluncuran yang cukup besar, dan selain pengunjung, di kolam dewasa juga biasa dibuat atlet renang berlatih. Selain itu terdapat juga fasilitas permainan untuk anak-anak seperti kereta mini, ayunan, serta jungkat-jungkit. Di salah satu sisi pemandian terdapat sebuah bukit kecil dengan pepohonan rindang yang cocok dipakai untuk piknik. Biaya masuknya sangat terjangkau, cukup Rp7.000,00 saja untu anak-anak, dan Rp8.000,00 untuk orang dewasa.

Sumber: http://halomalang.com/peta-malang/detail/pemandian-kendedes
Foto: http://halomalang.com/peta-malang/detail/pemandian-kendedes
http://static.panoramio.com/photos/large/63935007.jpg

PETIK MADU: WISATA MEMETIK YANG UNIK DI MALANG

Selain wisata budaya, sejarah, dan belanja, terdapat juga banyak wisata edukatif di Malang Raya, salah satunya adalah Agro Tawon Wisata Petik Madu yang berada di Kec. Lawang Kab. Malang, tepatnya di Puri Kencana Jl. Jl. Dr. Wahidin 8 Desa Bedali. Bila dari arah Malang Kota, wisata ini terletak di sisi kiri jalan raya, sebaliknya bila kita berangkat dari arah utara (Surabaya). Tapi jangan khawatir, lokasi wisata ini mudah kamu temukan karena letaknya ada di pinggir jalan dan ditandai dengan pamflet besar.

Kita bisa menemukan tiga jenis lebah yang dibudidayakan untuk menghasilkan madu di Agro Tawon ini, yaitu Apis Melilfira, Acerana dan Trigond. Apis Melilfira merupakan lebah dari Australia, sedangkan Acerana merupakan lebah lokal yang ganas tetapi tidak berbahaya. Sedangkan Trigond merupakan lebah yang kecil dan tidak menyengat. Lebah Apis Melilfira dapat menghasilkan madu paling banyak karena memiliki tubuh lebih besar sehingga lebah ini cocok untuk usaha. Ternyata, produk yang dihasilkan oleh lebah tidak hanya madu saja. Lebah dapat menghasilkan empat macam produk, di antaranya madu, royal jelly, bee pollen, dan propolis. Meskipun madu dihasilkan dari berbagai jenis lebah, namun kualitasnya tidak jauh berbeda hanya tergantung pada kandungan enzimnya.

Sambil menggali pengetahuan mengenai lebah dan pengembangbiakannya, kita bisa bersantai di gazebo yang telah disediakan disini. Terdapat juga berbagai fasilitas pendukung yang bikin wisata jadi lebih seru lagi, seperti outbond, tempat bermain, cafetaria, dan areal parkir yang luas. Mau menikmati menu serba madu? Bisa loh! Ada sarang lebah yang bisa langsung dimakan dan jangan lupa cobain juga es madu, jus jambu-madu. Kalau cepek berkeliling dan ingin terapi biar lebih sehat, bisa rasakan sensasi apitherapy, yaitu pengobatan dengan sengat lebah. Nah yang terakhir, jangan lupa bawa oleh-oleh yaa, kita bisa membeli madu yang telah jadi serta membeli berbagai produk yang dihasilkan lebah.

Untuk Informasi lebih lanjut, bisa langsung aja hubungin sini ya ;)
Alamat Agrotawon Rimba Raya
Jl. Dr. Wahidin 8 Desa Bedali, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang
Telp. 0341-9161888
Jam Buka: Senin-Minggu
Pukul: 08.00-15.00 WIB

Sumber: http://ngalam.web.id/read/2674/agro-tawon-wisata-petik-madu-lawang/
http://kuliner.grosirkeripik.com/wisata-petik-madu-lawang-malang 
foto: 4.bp.blogspot.com , wisata.kompasiana.com


Minggu, 15 Juni 2014

Guest House yang Nyaman

   
Kali ini Maling Malang akan ngeshare soal penginapan, Berbeda dengan bahasan sebelumnya bukan hotel yang akan kita bagi melainkan guest house. Memang di Malang memiliki guest house yang begitu banyak, dan tentu saja Maling malang memilih satu tempat terbaik untuk anda pilih ketika ingin bernginap. Terletak strategis di Malang, D'pavilion Guest House Malang adalah tempat yang cocok untuk menelusuri kota yang hidup ini. Dari sini, para tamu dapat menikmati akses mudah ke semua hal yang dapat ditemukan di sebuah kota yang hidup. Yang tidak ketinggalan adalah akses mudah dari hotel ini ke sejumlah  tempat iseperti Stadion, Gereja Katedral Ijen, Gereja Katedral malang.

Tampak Luar
salah satu tipe kamar
D-pavilion Guest House & Resto berjarak 5 menit berkendara dari Stadion Gajayana dan 2 menit berjalan kaki dari Ijen Boulevard. Bandara Abdulrachman Saleh dapat dijangkau dengan berkendara 30 menit.Kamar-kamar D-paviliun Guest House & Resto yang sederhana menampilkan lantai keramik dan seprai bersih. Setiap kamar juga dilengkapi TV layar datar, meja kerja, dan AC. Semua kamar memiliki kamar mandi en suite.D-Pavilion Restaurant menyajikan makanan Indonesia dan Barat.Fasilitas lain yang tersedia termasuk penyimpanan bagasi, penyewaan mobil, dan tempat parkir gratis. Tersedia juga sebuah meja layanan wisata yang bisa membantu Anda merencanakan kunjungan ke tempat-tempat wisata. Harga  tergantung teirelative terjangkau mulai dari 300 – 600 rb tergantung tipe kamar yang diambil.