Kamis, 19 Juni 2014
Gereja Santa Perawan Maria dari Gunung Karmel, Katedral Malang
Sebelumnya di Malang hanya ada satu gereja katolik yaitu Gereja Hati Kudus Yesus di Kayutangan yang dibangun sejak tahun 1905. Dikarenakan banyaknya umat yang beribadah dan pelayanan pada satu gereja tidak mencukupi, maka Msgr. Clemens van der Pas O. Carm membangun Gereja Katolik Jawa di Jl. Semeru pada tahun 1929 (dan sekarang menjadi Gereja Kristen Kalam Kudus). Gereja Kathredal yang dirancang oleh arsitek L. Estourgie dan dibangun oleh pemborong NV Bouwundig Buerau Siten en Louzada ini dilakukan peletakan batu pertama pada tanggal 11 Februari 1934 dan pada tanggal 28 Oktober 1934 diresmikan dan dipersembahkan kepada Santa Theresia.
Di wilayah Paroki Katredal St. Theresia kemudian didirikan sekolah dasar berbahasa Belanda (HIS) di jalan Semeru, Sekolah Dasar 'Ongko Loro' (Indandsche School ze Klasse) di Betek pada tahun 1930, Taman Kanak-kanak (Frobeschool) dan SD St. Ursula di jalan Panderman dan tahun 1936 didirikan SMU (AMS, Algemene Middleboar School) St. Albertus (Dempo) di Jalan Talang.
Ada peristiwa yang sangat dikenang oleh warga Malang, yaitu terkenal dengan sebutan Clash I 1947, dimana beberapa pelajar dari SMU St. Albertus bergabung dengan tentara pelajar (TRIP, Tentara Republik Indonesia Pelajar) melawan tentara Belanda pada perang dunia II. Korban perlawanan tentara Belanda dikenang dan diberi penghargaan dengan dibangunnya monumen kepahlawanan TRIP tepat di depan gereja ini.
Senin, 16 Juni 2014
WISATA AIR TERJUN COBAN RONDO
PESONA HUTAN DI TENGAH KOTA MALANG
Seperti
yang kita tahu kota Malang adalah satu kota yang saat ini sedang berkembang di
bidang ekonomi-nya. Hal itu membuat banyak sekali pekerja yang menggunakan
kendaraan pribadi-nya untuk berangkat bekerja, hal ini menyebabkan polusi di
kota Malang semakin meningkat. Apalagi sekarang ini pepohonan di kota Malang
semakin menipis, yang membuat kota ini semakin panas saat di siang hari.YUK BERWISATA KE PEMANDIAN PUTRI CANTIK “KENDEDES”!
Di Kecamatan Singosari, Kab. Malang memang penuh dengan wisata sejarah. Selain Candi Singosari, disana juga terdapat Pemandian yang setiap hari libur selalu padat dikunjungi pengunjung, yaitu Pemandian Kendedes.Yap, lokasinya nggak begitu jauh dari Candi Singosari, kira-kira 1 km di sebelah barat candi. Nah, dari jalan raya utama bila dari arah Surabaya, maupun Kota Malang, kita berbelok ke gapura Jalan Kertanegara. Buat kamu yang ingin merasakan sensasi naik kendaraan tradisional, ada dokar (sejenis delman, merupakan kendaraan tradisional yang ditarik oleh kuda) yang siap mengantarkanmu dari gapura Kertanegara menuju Pemandian Kendedes.
Ada mitos yang mengatakan, Pemandian Kendedes dipercaya akan membuat orang yang mandi disini menjadi awet muda. Boleh percaya atau tidak, sebagaian orang mengatakan kalau di pemandian ini dulunya adalah tempat pertemuan antara Kendedes dan Ken Arok. Pemandian ini mempunyai 3 kolam, yaitu kolam untuk anak-anak, kolam untuk orang dewasa, serta kolam berukuran sedang.
Seiring waktu, fasilitas yang ada di Pemandian Kendedes semakin bertambah. Di Kolam anak-anak kini telah disediakan wahana seluncuran dan permainan air. Di kolam sedang terdapat seluncuran yang cukup besar, dan selain pengunjung, di kolam dewasa juga biasa dibuat atlet renang berlatih. Selain itu terdapat juga fasilitas permainan untuk anak-anak seperti kereta mini, ayunan, serta jungkat-jungkit. Di salah satu sisi pemandian terdapat sebuah bukit kecil dengan pepohonan rindang yang cocok dipakai untuk piknik. Biaya masuknya sangat terjangkau, cukup Rp7.000,00 saja untu anak-anak, dan Rp8.000,00 untuk orang dewasa.
Sumber: http://halomalang.com/peta-malang/detail/pemandian-kendedes
Foto: http://halomalang.com/peta-malang/detail/pemandian-kendedes
http://static.panoramio.com/photos/large/63935007.jpg
PETIK MADU: WISATA MEMETIK YANG UNIK DI MALANG
Selain wisata budaya, sejarah, dan belanja, terdapat juga banyak wisata edukatif di Malang Raya, salah satunya adalah Agro Tawon Wisata Petik Madu yang berada di Kec. Lawang Kab. Malang, tepatnya di Puri Kencana Jl. Jl. Dr. Wahidin 8 Desa Bedali. Bila dari arah Malang Kota, wisata ini terletak di sisi kiri jalan raya, sebaliknya bila kita berangkat dari arah utara (Surabaya). Tapi jangan khawatir, lokasi wisata ini mudah kamu temukan karena letaknya ada di pinggir jalan dan ditandai dengan pamflet besar.
Kita bisa menemukan tiga jenis lebah yang dibudidayakan untuk menghasilkan madu di Agro Tawon ini, yaitu Apis Melilfira, Acerana dan Trigond. Apis Melilfira merupakan lebah dari Australia, sedangkan Acerana merupakan lebah lokal yang ganas tetapi tidak berbahaya. Sedangkan Trigond merupakan lebah yang kecil dan tidak menyengat. Lebah Apis Melilfira dapat menghasilkan madu paling banyak karena memiliki tubuh lebih besar sehingga lebah ini cocok untuk usaha. Ternyata, produk yang dihasilkan oleh lebah tidak hanya madu saja. Lebah dapat menghasilkan empat macam produk, di antaranya madu, royal jelly, bee pollen, dan propolis. Meskipun madu dihasilkan dari berbagai jenis lebah, namun kualitasnya tidak jauh berbeda hanya tergantung pada kandungan enzimnya.
Sambil menggali pengetahuan mengenai lebah dan pengembangbiakannya, kita bisa bersantai di gazebo yang telah disediakan disini. Terdapat juga berbagai fasilitas pendukung yang bikin wisata jadi lebih seru lagi, seperti outbond, tempat bermain, cafetaria, dan areal parkir yang luas. Mau menikmati menu serba madu? Bisa loh! Ada sarang lebah yang bisa langsung dimakan dan jangan lupa cobain juga es madu, jus jambu-madu. Kalau cepek berkeliling dan ingin terapi biar lebih sehat, bisa rasakan sensasi apitherapy, yaitu pengobatan dengan sengat lebah. Nah yang terakhir, jangan lupa bawa oleh-oleh yaa, kita bisa membeli madu yang telah jadi serta membeli berbagai produk yang dihasilkan lebah.
Untuk Informasi lebih lanjut, bisa langsung aja hubungin sini ya ;)
Alamat Agrotawon Rimba Raya
Jl. Dr. Wahidin 8 Desa Bedali, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang
Telp. 0341-9161888
Jam Buka: Senin-Minggu
Pukul: 08.00-15.00 WIB
Sumber: http://ngalam.web.id/read/2674/agro-tawon-wisata-petik-madu-lawang/
http://kuliner.grosirkeripik.com/wisata-petik-madu-lawang-malang
foto: 4.bp.blogspot.com , wisata.kompasiana.com
Jumat, 06 Juni 2014
Keindahan dan Keelokan Pantai Goa Cina
Wisata Alam Pantai Kondang Merak
Pos Ketan Legenda 1967, Kuliner Asik Kota Batu.
Jumat, 23 Mei 2014
Kober Mie Setan, menu ekstrim lain kota Malang
Untuk menikmati kuliner ini, disarankan anda memiliki waktu yang cukup luang karena dipastikan anda harus antri terlebih dahulu untuk membelinya bahkan untuk sekedar mendapatkan tempat duduk. oleh karenanya, pihak pengelola membuka beberapa outlet penjualannya, sejauh ini Mie Setan punya 3 outlet yang tersebar di kota Malang. yaitu di Jl. Bromo 1A, Malang, Jl. Simpang Soekarno Hatta no. 1-2, Malang dan juga di Jl. Buring No. 37, Malang. khusus untuk outlet terakhir buka dari pukul 11 pagi sedangkan yang lainnya buka pukul 3 sore hingga pukul 24.00
Untuk harga yang di tawarkan pun sangat terjangkau bagi berbagai kalangan, hanya dengan Rp. 8.000 untuk seporsi mie dengan berbagai tingkat kepedasan. Meskipun anda memesan level 5 harganya tetap sama dengan harga level 1.Namun, Mie setan memiliki hari libur alias tidak berjualan yaitu pada hari selasa. Apa anda merasa tertantang untuk mencoba pedasnya? selamat mencoba!
Kamis, 22 Mei 2014
Wisata Kuliner Malang: Ceker Setan

Bila anda tidak menyukai ceker karena alasan bentuk, jijik dan sebagainya, anda tidak perlu khawatir karena "ceker setan" juga menjual bagian lain dari ayam yaitu sayap dan kepala. Disini juga dijual nasi pecel, telur dadar, dan aneka minuman. Anda tidak perlu merogoh kocek terlalu dalam untuk menikmatinya, hanya dengan harga Rp.1.500 untuk sepotong ceker dan Rp. 2.500 untuk sayap dan kepala, anda sudah dapat menikmati kuliner ini. Selamat mencoba!









